• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Jumat, Juli 10, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Sunan Kalijaga

Oleh: Nuril Fajri Amalia

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
Juni 20, 2023
in Pengetahuan Islam, Sejarah dan Budaya
Sunan Kalijaga

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Sunan Kalijaga lahir sekitar tahun 1400-an dari keluarga bangsawan Tuban. Bapaknya adalah Tumenggung Wilatikta yang menjadi Adipati Tuban. Semasa kecilnya, Sunan Kalijaga dipanggil dengan sebutan Raden Mas Syahid, Raden Abdurrahman, Pangeran Tuban. Lokajaya merupakan nama samaran ketika dia menjadi begal di Jatiwangi. Beliau juga dikenal dengan sebutan Ki Dalang Sida Brangti, Ki Dalang Bengkok, Ki Dalang Kumendung, dan Ki Unehan.

Sejak kecil beliau telah diperkenalkan dengan agama Islam oleh guru agama kadipaten Tuban. Tujuannya agar nilai-nilai dasar Islam dari al-Qur’an dan Hadist dapat menjadi pedoman hidup beragama yang baik bagi beliau. Beliau juga memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat luar biasa serta pemberani dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi.

Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Yakni, sejak pertengahan abad ke 15 sampai dengan akhir abad 16. Dengan demikian, ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit sekitar 1478, Kesultanan Demak pada tahun 1481-1546 M, Kesultanan Cirebon dan Banten, bahkan juga Kerajaan Pajang yang lahir pada 1546-1568 M, serta awal kehadiran Kerajaan Mataram dibawah pimpinan Panembahan senopati. Ia ikut pula merancang pembangunan Masjid Agung Cirebon dan Masjid Agung Demak. Tiang “tatal” (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama masjid adalah kreasi Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga wafat sekitar tahun 1580 pada usia 131 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Kadilangu kota Demak. Area makam Sunan Kalijaga berjarak sekitar 3 km dari Masjid Agung Demak. Seperti makam Wali Songo umumnya, makam Sunan Kalijaga berada di dalam bangunan tungkub berdinding tembok dengan hiasan dinding terbuat dari kayu berukir.

Sebagai penyebar agama yang dikenal sangat berjiwa besar dan toleran, Sunan Kalijaga dalam mengembangkan dakwahnya terkenal kreatif, beliau menggunakan seni budaya agar dapat lebih mudah tersampaikan pada kalangan masyarakat. Dalam dakwahnya beliau mempunyai beberapa karya yang sampai saat ini karyanya masih diketahui banyak orang. diantaranya:

Seni wayang

Sunan Kalijaga menjadikan lakon wayang sebagai media dakwah serta pendidikan olah rohani dengan menampilkan tokoh-tokoh pewayangan yang menjadi favorit rakyat, yaitu kisah Ramayana dan Mahabharata. Ia mereformasi bentuk-bentuk wayang yang sebelumnya berbentuk gambar manusia menjadi gambar dekoratif dengan proporsi tubuh tidak mirip manusia. Ia juga memunculkan tokoh-tokoh kuno Semar, Gareng, Petruk, Bagong, Togog dan Bilung sebagai tokoh Punakawan.

Dalam pewayangan ini hampir keseluruhan yang dipentaskan kisahnya seputar tasawuf dan akhlaqul karimah. Salah satu yang paling digemari masyarakat adalah lakon Dewa Ruci, yang mengisahkan perjalanan ruhani tokoh Bima mencari kebenaran di bawah bimbingan Bhagawan Drona sampai ia bertemu dengan Dewa Ruci.

Seni Gamelan

Sunan Kalijaga menciptakan gamelan yang berupa gong sekaten yang berasal dari kata syahadatain. Pengucapan dua kalimat syahadat dilaksanakan setiap tahun untuk mengajak orang Jawa masuk Islam. Awalnya gong ditabuh pada perayaan Maulid Nabi di halaman Masjid Agung Demak yang bertujuan mengundang masyarakat untuk berkumpul di masjid yang nantinya akan diberikan ceramah mengenai keagamaan.

Seni Suara

Sunan Kalijaga menciptakan tembang macapat Dhandanggulo dengan nada yang memiliki toleransi antara melodi Arab dan Jawa. Sementara para wali lainnya yang ikut menciptakan tembang macapat, antara lain Sunan Giri (Asmaradana dan pucung), Sunan Bonang (Mas Kumambang dan Mijil), Sunan Muria (Sinom dan Kinanti), dan Sunan Drajat (Pungkur). Lagu lain yang diciptakan Sunan Kalijaga adalah ilir-ilir, gundul-gundul pacul, Kidung Rumeksa ing Wengi, Lingsir Wengi, Suluk Linglung.

Warisan seni dan budaya yang diciptakan Sunan Kalijaga tentu digunakan sebagai sarana dan media dalam berdakwah menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Peran beliau sebagai seorang pendidik dan pengajar agama di tengah masyarakat sangat dominan dan strategis. Masyarakat kelas menengah-atas yang semula beragama Hindu dan Budha serta masyarakat kelas bawah yang masih menganut animisme-dinamisme banyak yang kemudian masuk agama Islam. Para mualaf tersebut kemudian menjadi murid beliau, mulai dari kalangan terbawah hingga bangsawan kerajaan.

Sunan Kalijaga mengajarkan kepada pengikutnya dengan menggunakan konsep tasawuf akhlaqi. Yaitu membersihkan jiwa untuk mewujudkan perilaku yang baik (akhlaq mahmudah) serta menghindarkan diri dari sifat-sifat tercela (akhlaq madzmumah). Ajaran tasawuf Sunan Kalijaga dapat ditemukan dalam berbagai sumber, antara lain dari Babat Serat dan Suluk. Tasawufnya menyangkut beberapa aspek pokok ajaran yaitu mengenai perjalanan pengembaraan spiritual, seperti mengenai konsep Pancamaya, ilmu hakikat, asal-usul dan tujuan hidup (sangkan paraning dumadi), roh ilafi (ruh idhafi) dan ajaran tentang fana, baqa dan nubuat.

Pertama, Ajaran sangkan paraning dumadi menjelaskan tentang asal-usul manusia dan tujun akhir kehidupan. Dalam ajaran Jawa, sangkan paraning dumadi bertujuan untuk menuntun manusia agar lebih mengenal Tuhan-Nya. Sedangkan dalam ajaran tasawuf, konsep ini sering dikaitkan dengan dasar akidah Islam. Ajaran ini dibawakan oleh Sunan Kalijaga yang tersirat dalam Tembang Dhandanggula. Menurutnya manusia hidup di dunia sekadar mampir ngombe (singgah untuk minum), karena suatu ketika akan kembali kepada Tuhan. Sehingga, dalam menjalani kehidupan dunia hendaklah mendekati nilai-nilai luhur yang selaras dengan akidah Islam.

Kedua, Roh ilafi (roh idhafi) atau disebut juga sukma. Roh ilafi adalah roh yang senantiasa pasrah pada Allah. Roh ini menjadi penghubung antara jiwa dan Allah. Roh ini juga memancarkan cahaya yang berkilauan, terang benderang dan tak berwarna. Daya cahayanya (pancaran sinar) yang berkilauan itu disebut Premana. Dalam khazanah Jawa, Premana juga disebut dengan nyawa.

Ketiga, tentang fana, baqa dan nubuat. Sebagai seoang guru makrifat, Sunan Kalijaga juga mengalami apa yang disebut dalam dunia sufi dengan kondisi “fana dan baqa”. Fana adalah hilangnya semua keinginan hawa nafsu, akhlaq yang tercela, kebodohan, dan perbuatan dosa pada diri seseorang. Sedangkan baqa adalah kekalnya sifat-sifat ketuhanan, akhlaq yang terpuji, ilmu pengetahuan dan kebersihan diri dari dosa dan maksiat.

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: Sunan Kalijagatokoh sufi
Previous Post

Junaid al-Baghdadi

Next Post

Habib Luthfi dan Tarekat Kebangsaan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam
Artikel

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Peran Keluarga dalam Mendidik Anak

November 29, 2018
Mengenal Diri Sendiri: Jalan Menuju Kebijaksanaan Sejati

Mengenal Diri Sendiri: Jalan Menuju Kebijaksanaan Sejati

Juli 30, 2024

Don't miss it

Artikel

Literasi tentang “Ma Lima”

Oktober 27, 2018
Pengetahuan Islam

Mengkafirkan Orang Lain

Oktober 30, 2018
Yamie Panda Impian
Cerpen

Yamie Panda Impian

Juni 4, 2020
Truth & Victory   
Pengetahuan Islam

Truth & Victory  

Juni 4, 2020
Bagaimana Memilih Jurusan yang Tepat?
Konsultasi

Bagaimana Memilih Jurusan yang Tepat?

Juni 4, 2020
Kiriman Pembaca

GERAKAN SAGUSABU

November 1, 2018

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Literasi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud muhasabah nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Junaid al-Baghdadi

Sunan Kalijaga

 
Habib Luthfi dan Tarekat Kebangsaan
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend