• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Jumat, Juli 10, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Umrah al-Qadha’

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
November 1, 2022
in Pengetahuan Islam, Sejarah dan Budaya
Panggilan Haji

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Salah satu butir kesepakatan  Perjanjian Hudaybiyah pada tahun 6 H adalah bahwa Nabi saw tidak diperkenankan berumrah pada tahun itu dan baru diperbolehkan pada tahun berikutnya. Setelah berlalu setahun dari kesepakatan tersebut Nabi saw bersiap-siap menuju Makkah untuk berumrah. Umrah ini dinamai Umrah al-Qadha’. Sesuai dengan kesepakatan Hudaybiyah rombongan Nabi tidak membawa persenjataan karena mereka memang bertujuan untuk menunaikan ibadah.

Pada bulan Dzulqa’dah 7 H Nabi berangkat bersama dua ribu kaum muslimin. Nabi mengambil miqat di Dzul Hulaifah, beliau membawa hadyu sebanyak enam puluh ekor unta. Sepanjang jalan menuju Makkah dengan mengenakan kain ihram kaum muslimin tak henti-hentinya mengumandangkan talbiyah, takbir, tahmid dan tasbih dengan penuh kesyahduan dan kerinduan.

Sementara itu, kafir Quraisy setelah mengetahui keberangkatan Nabi bersama rombongan mereka buru-buru meninggalkan kota Makkah dengan menaiki gunung-gunung di sekitar Masjidil Haram dan mendirikan perkemahan di situ. Tujuan mereka ingin mengetahui kondisi kaum muslimin yang sudah tujuh tahun meninggalkan Makkah. Mereka menyebarkan isu bahwa kaum muslimin pasti kelelahan dan kepayahan akibat perjalanan jauh dan cuaca di Madinah selama ini tidak sesuai dengan mereka.

Akhirnya, kaum muslimin memasuki kota Makkah dari arah utara. Nabi mengendarai unta al-Qashwa yang dituntun oleh Abdullah bin Rawahah, salah seorang terkemuka dari sahabat Nabi. Mengetahui bahwa rombongan diamat-amati oleh kaum musyrik dari bukit Qu’aiqu’an yang mengarah ke Ka’bah antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani, Nabi berpesan kepada seluruh jamaah yang laki-laki:”Allah merahmati siapa yang menampakkan ketegaran dan kekuatan kepada mereka pada hari ini”. Kumandang takbir dan tahlil dari ribuan kaum muslimin bergemuruh di sekitar Ka’bah membuat takjub dan kecut hati orang-orang Quraisy yang menyaksikannya dari atas bukit.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Ketika itu Rasul saw melilitkan bagian atas kain ihramnya melalui ketiak sehingga bahu kanan tertutup kain dan bahu kiri terbuka. Mereka sambil berlari-lari ketika tiba di lokasi Hajar Aswad hingga ke rukun Yamani, sedang dari Rukun Yamani sampai ke Hajar Aswad berjalan biasa. Kaum muslimin berlari di areal di mana kaum musyrik dapat melihat mereka dan berjalan ketika pandangan kaum musyrik terhalangi. Beliau sengaja melakukan itu dalam rangka show of force, untuk menampakkan bahwa kaum muslimin tegar dan tetap kuat bersemangat. Apa yang dilakukan Nabi saw tetap dilestarikan hingga kini ketika melakukan thawaf dan sa’i.

Setelah thawaf Rasul dan rombongan melanjutkan sa’i antara bukit Shafa dan Marwah dengan tujuh putaran. Beliau sa’i dengan berjalan kaki biasa, kemudian lari-lari ketika pandangan kaum musyrik dapat menjangkau rombongan. Selanjutnya beliau menyembelih hadyu di dekat Marwah. Kemudian beliau mencukur rambutnya (tahallul). Dengan demikian ibadah umrah telah selesai ditunaikan.

Hari-hari selanjutnya Nabi kembali memasuki Ka’bah dan beri’tikaf hingga masuk waktu Dhuhur. Bilal kemudian mengumandangkan adzan dan iqamah dari atas Ka’bah. Nabi saw memimpin dua ribu kaum muslimin shalat berjamaah di depan Ka’bah. Selama tinggal di Makkah kaum mereka memperbanyak thawaf, shalat dan dzikir. Sementara itu, penduduk Makkah beserta para tokohnya dari puncak-puncak bukit menyaksikan kekhusyukan dan kedamaian kaum muslimin dalam menunaikan ibadah serta ketaatan dan kecintaan mereka yang begitu besar kepada Nabi-nya.

Setelah bermukim di Makkah selama tiga hari, datanglah dua utusan kaum musyrik yaitu Suhail bin Amr dan Huwaithib bin Abdul Uzza. Keduanya mengingatkan butir Perjanjian Hudaibiyah yang hanya mengizinkan Nabi bersama kaum muslim bermukim di Makkah selama tiga hari saja. Nabi berkata kepada mereka:”Aku baru saja menikah dengan salah satu wanita Makkah bagaimana jika aku ‘bersamanya’ dahulu sambil menyiapkan walimah agar kalian bisa makan bersama kami?”. Memang sebelum masuk ke Makkah Rasul mengutus Ja’far bin Abi Thalib untuk melamar Maimunah binti al-Harits. Kedua utusan musyrik itu enggan menerima usul Nabi. Maka Nabi saw segera mengumumkan kepada seluruh anggota rombongan untuk berkemas dan bersiap kembali ke Madinah.

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: MuhammadUmrah
Previous Post

HIJRAH

Next Post

Bersama ar-Rafiqul A’la

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam
Artikel

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Please login to join discussion

Recommended

KEPUASAN, KESABARAN, KEBAIKAN PEMIMPIN

Oktober 27, 2018
Haru Gembira Atas Lahirnya  Rahmat (Kasih) untuk Semesta

Haru Gembira Atas Lahirnya Rahmat (Kasih) untuk Semesta

Oktober 29, 2020

Don't miss it

Hikmah & Muhasabah

Masih Mau Mengeluh?

Januari 21, 2019
Tak Hanya Mengaji, Santri Fathimah Al-Amin Hadirkan 100 Porsi Takjil Setiap Malam Ramadhan
Acara

Tak Hanya Mengaji, Santri Fathimah Al-Amin Hadirkan 100 Porsi Takjil Setiap Malam Ramadhan

Februari 26, 2026
Kiriman Pembaca

WABAH HEDONIS DAN PRAGMATIS

Oktober 25, 2018
Menghadapi Quarter Life Crisis  Berefleksi dari Kisah Nabi Muhammad SAW
Pengetahuan Islam

Menghadapi Quarter Life Crisis Berefleksi dari Kisah Nabi Muhammad SAW

Desember 12, 2023
Ayat-Ayat Riba
Pengetahuan Islam

I’JAZUL QUR’AN : Kelemahan Kafir Quraisy dalam Menentang Al-Qur’an

Juni 4, 2020
Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer
Artikel

Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer

Desember 4, 2025

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Literasi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud muhasabah nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
HIJRAH

Umrah al-Qadha'

 
Bersama ar-Rafiqul A’la
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend