• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Rabu, September 9, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Tajul Arus: Terhalang dari Munajat

Ibnu Athaillah as Sakandari

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
Desember 17, 2025
in Akhlak, Pengetahuan Islam
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

يا من عاش وما عاش، تخرج من الدنيا وما ذقت ألذ شيء فيها وهي مناجاة الحق سبحانه وتعالى ومخاطبته لك فأنت مُلقى جيفة بالليل. فإن دفعت عنه فاستغث بالله، وقل: يا ملائكة الله ويا رسول ربي، فاتتني الغنيمة التي نالوها من لذة المناجاة ووداد المصافاة

Artinya: Wahai engkau yang hidup namun belum benar-benar hidup. Engkau akan keluar dari dunia ini tanpa pernah merasakan sesuatu yang paling lezat di dalamnya, yaitu munajat (berbisik mesra) kepada Allah Yang Maha Benar dan percakapan-Nya kepadamu. Engkau bagai bangkai yang tergeletak di malam hari. Maka apabila engkau terhalang dari itu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan katakanlah: ‘Wahai para malaikat Allah, wahai utusan Tuhanku, sungguh aku telah kehilangan keuntungan besar yang telah diperoleh oleh orang-orang yang merasakan nikmatnya munajat dan kasih mesra dari Allah.’

Kalimat ini menggambarkan keadaan seseorang yang hidup secara lahiriah tetapi belum merasakan hakikat kehidupan yang sejati. Dalam pandangan tasawuf, hidup yang sesungguhnya bukan sekadar bernafas, bergerak, dan menjalani rutinitas, melainkan hidup yang disertai kedekatan hati dengan Allah. Karena itu seseorang yang tidak pernah merasakan manisnya munajat, tidak pernah menikmati ketenangan berdialog batin dengan Allah, dan tak pernah merasakan kehadiran-Nya, dianggap belum menyentuh inti kehidupan. Ia mungkin tampak hidup di mata manusia, namun hatinya belum hidup. Gambaran “berbaring di waktu malam seperti mayat” menunjukkan kondisi spiritual seseorang yang tidur dengan kelalaian total, tanpa zikir, tanpa rindu kepada Allah, dan tanpa dorongan hati untuk bangun menghadap-Nya. Namun ketika seseorang merasa jauh dan terhalang untuk mendekat kepada Allah, ia tidak boleh putus asa; ia dianjurkan untuk memohon pertolongan Allah dan mengakui ketidakmampuannya. Seruan seperti “Ya Malaikatallah, Ya Rasul Rabbî” adalah ungkapan kerendahan diri dari seorang hamba yang merasa tidak memiliki kekuatan apa-apa, yang berharap agar Allah membukakan kembali pintu kedekatan seperti yang dirasakan orang-orang yang telah diberi nikmat munajat dan kasih sayang-Nya.

Kalimat ini kemudian memberi peringatan keras tentang bahaya kesombongan dalam ibadah. Seorang hamba yang membanggakan amal taatnya untuk dipuji dan diagungkan manusia sebenarnya telah mencampuri amalnya dengan riya’ dan ujub. Terlebih lagi bila seseorang menuntut haknya dari sesama sementara ia sendiri enggan menunaikan hak orang lain, maka keadaan seperti ini menunjukkan kerusakan hati yang besar. Para ulama memandang perilaku demikian sebagai tanda yang dikhawatirkan dapat mengantarkan seseorang menuju su’ul khatimah, karena kesombongan dalam ibadah lebih merusak daripada maksiat yang disertai penyesalan. Sebaliknya, tulisan itu menegaskan bahwa orang yang melakukan maksiat kemudian merasakan penyesalan mendalam, menangisi dosanya, merasa hina di hadapan Allah, dan rela merendahkan diri untuk mendekat kepada orang-orang shalih sambil mengakui kekurangannya, justru berada dalam keadaan yang lebih selamat. Sikap merendah, menangis, dan mengakui dosa merupakan tanda lembutnya hati, dan hati yang lembut lebih dekat kepada rahmat Allah daripada hati yang sombong meski penuh amal. Itulah sebabnya orang seperti itu sangat diharapkan mendapatkan husnul khatimah, karena ia kembali kepada Allah dengan kejujuran, ketulusan, dan kesadaran akan kelemahan dirinya. Tulisan ini pada akhirnya mengajarkan bahwa hakikat kehidupan adalah hidupnya hati; bahwa amal tanpa keikhlasan dapat menjerumuskan; dan bahwa taubat yang jujur, meskipun lahir dari dosa, dapat menjadi jalan menuju keselamatan akhir.

 

Kontributor: Maulida Apriliyani

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: Ibnu AthaillahTajul Arus
Previous Post

Tajul Arus: Jalan Kembali ke Cahaya

Next Post

Tajul Arus: Siapa mau Membeli Daganganku?

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam
Artikel

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Please login to join discussion

Recommended

“The Great Game”   

“The Great Game”  

Juni 4, 2020
9 Mukjizat Nabi Musa

9 Mukjizat Nabi Musa

Agustus 29, 2020

Don't miss it

Acara

Belajar untuk Menampilkan Wajah Islam yang Damai (2)

Oktober 30, 2018
AL GAZEL
Kisah Inspiratif

AL GAZEL

Juni 4, 2020
Hidrogen dan Helium, Unsur Pertama pada Penciptaan Alam Semesta
Islam dan Sains

Hidrogen dan Helium, Unsur Pertama pada Penciptaan Alam Semesta

Juni 4, 2020
Budaya Malu
Agama

Budaya Malu

Juni 4, 2020
Kiriman Pembaca

ANAK CACAT GANDA PERLU DI SANTUNI

Oktober 27, 2018
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Literasi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud muhasabah nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tajul Arus: Jalan Kembali ke Cahaya

Tajul Arus: Terhalang dari Munajat

 
Tajul Arus: Siapa mau Membeli Daganganku?
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend