• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Rabu, September 9, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Empat Alasan Mengapa Perlu Mengencangkan Dzikir Usai Shalat Berjamaah

Miftahul Arifin by Miftahul Arifin
Juni 4, 2020
in Hukum, Pengetahuan Islam
Empat Alasan Mengapa Perlu Mengencangkan Dzikir Usai Shalat Berjamaah

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Bagaimana cara dzikir usai shalat berjamaah di masjid atau mushalla di sekitar rumahmu? Apakah dilakukan bersama-sama dengan suara kencang dilakukan sendiri dengan suara lirih?

Mengencangkan suara dzikir atau melirihkannya usai shalat berjamaah sebenarnya terdapat perbedaan pendapat  dari masing-masing ulama. Ada yang berpendapat bahwa dzikir sebaiknya dikencangkan karena merupakan perbuatan sunnah. Ada juga yang berpendapat agar dzikir dikecilkan karena mengencangkan suara dzikir usai shalat dinilai sebagai perbuatan bid’ah.

Ulama mengajurkan agar dzikir dikencangkan berdasarkan hadis Nabi Muhammad yang berbunyi sebagai berikut:

اِنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِيْنَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنَ الْمَكْتُوْبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوْا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ – رواه البخاري

”Sesungguhnya mengeraskan (bacaan) dzikir setelah para sahabat selesai melaku-kan salat wajib sudah ada sejak masa Nabi Muhammad Saw.” Ibnu Abbas berkata: “Saya mengetahui yang demikian setelah mereka melakukan salat wajib dan saya mendengarnya” (HR. Bukhari)

Hadis lain menyebutkan bahwa Nabi Muhmmad sering mengencangkan dzikirnya usai shalat. Hadis tersebut diriwatakan oleh Muslim sebagai berkut:

كَانَ ابْنُ الزُّبَيْرِ يَقُولُ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ حِينَ يُسَلِّمُ « لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ». وَقَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ

Ibnu Zubair membaca setiap selesai salat setelah salam berupa dzikir: “La ilaha illa Allah wahdahu la syarika lahu…” Ibnu Zubair berkata: “Rasulullah membaca dzikir tersebut dengan keras setiap selesai salat” (HR Muslim).

Sedangkan para ulama yang berpendapat bahwa mengencangkan suara dzikir usai shalat berjamaah, salaha satunya merujuk pada pendapat Imam Malik sebagaimana disebutkan dalam Fathul Bari Juz 2 halaman 325-326 sebagai berikut:

“Setelah menyebutkan perkataan Ath Thobari, Ibnu Hajar Al Asqolani menyebutkan perkataan Ibnu Battol yang mengatakan, “Hal ini tidak pernah dilakukan oleh ulama salaf selain apa yang diceritakan dari Ibnu Habib dalam Al Wadhihah, yaitu mereka senang bertakbir saat peperangan setelah shalat Shubuh, ‘Isya’ dengan tiga kali takbir. Beliau berkata bahwa ini adalah perbuatan yang dilakukan di masa silam. Ibnu Battol dalam Al ‘Utaibah menyebutkan bahwa Imam Malik berkata, “Amalan tersebut muhdats (amalan bid’ah, direka-reka).”

Pendapat ini diperkuat dengan salah satu Hadis Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Muslim dari Hadis Abu Musa Al Asy’ari sebagai berikut:

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ، فَكُنَّا إِذَا أَشْرَفْنَا عَلَى وَادٍ هَلَّلْنَا وَكَبَّرْنَا ارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُنَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ ، تَبَارَكَ اسْمُهُ وَتَعَالَى جَدُّهُ »

“Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika sampai ke suatu lembah, kami bertahlil dan bertakbir dengan mengeraskan suara kami. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Wahai sekalian manusia. Lirihkanlah suara kalian. Kalian tidaklah menyeru sesuatu yang tuli dan ghoib. Sesungguhnya Allah bersama kalian. Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat. Maha berkah nama dan Maha Tinggi kemuliaan-Nya.” (HR. Bukhari).

Karena beberapa hadis yang berbeda tersebut, maka tidak semua umat Islam mau mengencangkan dzikir usai shalat berjamaah. Sebagian memilih berdzkir sendiri-sendiri usai shalat berjamaah dengan suara yang lirih.

Mengencangkan dzikir usai shalat merupakan satu bentuk kesunnahan karena didasarkan pada hadis Nabi Muhammad. Artinya, bahwa dzikir kencang pernah dilakukan oleh Nabi. Karena dilakukan oleh Nabi maka umat Islam yang melakukannya berarti ikut Nabi. Dan tidak bisa disangkal bahwa perbuatan yang mengikuti Nabi Muhammad merupakan perbuatan sunnah.

Empat Manfaat Mengencangkan Dzikir

Terlepas dari perbedaan pandangan, kita sebagai umat Islam juga harus melihat kenyataan dilapangan, khususnya zaman sekarang. Tidak semua orang tahu bacaan-bacaan dzikir setelah shalat. Maka mengencangkan dzikir akan lebih baik sebagai sarana pembelajaran bagi jamaah yang tidak tahu bacaan-bacaan dzikir yang dianjurkan usai shalat.

Dengan demikian, mengencangkan dzikir usai shalat berjamaah memiliki banyak manfaat. Diantaranya sebagai berikut:

Pertama, mendapatkan pahala karena Nabi Muhammad berdasarkan hadis, Nabi Muhammad juga melakukannya.

Kedua, Menjadi sarana pengajaran bagi umat Islam yang tidak hafal bacaan-bacaan dzikir yang dianjurkan setelah shalat.

Ketiga, Wujud kekompakan umat Islam dalam menyebut dan mengangungkan nama Allah. Dengan dzikir bersama dengan suara kencang akan terlihat bahwa semua jamaah melakukan dzikir setelah shalat.

Keempat, Dapat mencegah ngantuk. Terlebih di zaman sekarang, tidak sedikit umat Islam yang melakukan ibadah shalat disela-sela  kerja berat yang melelahkan. Hal ini memungkinan mereka mengantuk usai shalat. Berdzikir bersama dengan suara keras akan mencegah ngantuk karena suasana masjid atau mushalla menjadi ramai dengan kalimat-kalimat dzikir kepada Allah.

Mari kencangkan dzikir agar Islam lebih hidup di tengah-tengah masyarakat.

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: DzikirSetelah Sholat
Previous Post

Apa Itu Islam Nusantara?

Next Post

Mengoptimalkan Peran Masjid Secara Kaffah

Miftahul Arifin

Miftahul Arifin

Mahasiswa Pascasarjana Etika Tasawuf, Penulis Lepas, Jurnalis, Editor, tinggal di Semarang Motto: hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti. email m42arivin@gmail.com

Related Posts

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam
Artikel

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Memetik Buah Hikmah dari Pohon di Badar

Metamorfosis Hindun binti Uthbah

Desember 17, 2025
Meneladani Strategi Dakwah Rasulullah  bagi Generasi Millenial

Meneladani Strategi Dakwah Rasulullah bagi Generasi Millenial

Desember 12, 2023

Don't miss it

Kiriman Pembaca

MENGURANGI POLUSI DENGAN MEMATIKAN MESIN MOTOR DIDEPAN PINTU GERBANG SEKOLAH

November 11, 2018
Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha
Acara

Dari Bandeng hingga Branding, Pengabdian Masyarakat FSM UNDIP Bekali 50 Santri Fathimah Al-Amin Skill Wirausaha

April 28, 2026
PUNCAK TAQWA
Akhlak

PUNCAK TAQWA

September 15, 2020
Berita

Penanaman Pendidikan Karakter Melalui Belajar di Luar Kelas

November 6, 2018
Acara

I’tikaf Camp For Kids

Mei 25, 2019
Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah
Akhlak

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Desember 4, 2025

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Literasi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud muhasabah nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Apa Itu Islam Nusantara?

Empat Alasan Mengapa Perlu Mengencangkan Dzikir Usai Shalat Berjamaah

 
Mengurai Problematika Nikah Siri
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend