• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Jumat, Juli 10, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Islam Kaffah

M. Zahri Johan by M. Zahri Johan
Juni 3, 2020
in Pengetahuan Islam, Qur'an & Hadits
Islam Kaffah

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Al Baqarah : 208)

 

Kata السِّلْمِ (silmi), makna dasarnya adalah damai. Penggunaan فِي (fi) menunjukkan orang yang beriman agar memasukkan totalitas dirinya ke dalam wadah kedamaian itu secara menyeluruh. Ia damai dengan dirinya, keluarganya, seluruh manusia,makhluk dan alam semesta. Berangkat dari fungsi ‘kaffah’ sebagai keterangan dari ‘silmi’, maka ayat ini bermakna agar setiap orang beriman melaksanakan seluruh ajaran islam, jangan percaya sebagian dan menolak/mengabaikan sebagian yang lainnya. Jika ‘kaffah’ sebagai keterangan dari kata ganti dalam ‘udkhulu’ (dhomir antum), maka artinya jangan seorangpun diantara kamu yang tidak masuk ke dalam kedamaian (islam).

As-silmi diterjemahkan menjadi ‘Islam’ oleh kalangan Islam Ideologis, sehingga ada keharusan untuk menciptakan sistem yang islami (entitas islam formal) yang dianggap mewakili keseluruhan perwujudan ajaran islam dalam kehidupan dan mencerminkan aspirasi kaum muslimin. Dalam konteks ini kebutuhan adanya partai politik islam dianggap sangat penting dalam kehidupan berpolitik. Terwujudnya penerapan syariat islam formal dalam kehidupan merupakan sesuatu yang diperjuangkan

Sedangkan kalangan islam kultural menterjemahkan kata tersebut dengan kata sifat ‘kedamaian’, menunjuk pada entitas universal, yang tidak perlu dijabarkan oleh sebuah sistem tertentu, termasuk sistem islami. Penafsiran ini didukung dengan kenyataan bahwa penggunaan term ‘muslim’ sebagai pemeluk agama dengan identitas khusus yang membedakan dengan umat beriman lainnya diperkirakan baru muncul seabad setelah wafatnya Nabi. Term yang sering digunakan di zaman Nabi untuk merepresentasikan umat beriman yaitu ‘mu’min’ (orang yang beriman).

Kehadiran sistem islami di Indonesia otomatis akan membuat non muslim sebagai warga negara yang posisinya di bawah kaum muslimin. Umat islam yang tidak menjalankan agamanya dengan penuh (kaum abangan) akan dinilai kurang islami jika dibandingkan dengan mereka yang menjadi anggota/warga partai/organisasi yang menjalankan islam secara kaffah, demikian pula dengan kalangan santri yang memiliki landasan perjuangan yang berbeda. Ketiganya baik non muslim, abangan, santri akan menjadi warga negara kelas 2 dalam kehidupan bernegara, ini tentunya bisa menjadi penyebab disintegrasi bangsa.

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Surat Al Baqarah ayat 177 di atas menunjukkan 5 kriteria muslim yang baik: 1) Menerima prinsip-prinsip keimanan; 2) Menjalankan prinsip islam secara utuh (shalat & zakat); 3) Menolong kepada kaum lemah yang butuh pertolongan; 4) Menegakkan profesionalisme (menepati janji); 5) Sabar dengan ujian. Jika ke-lima syarat ini bisa dilaksanakan oleh seorang muslim tanpa adanya sebuah sistem islami, maka dengan sendirinya tidak diperlukan lagi sebuah kerangka sistemik menurut ajaran islam. Tantangannya adalah bagaimana mewujudkan muslim dengan karakter yang baik dan bisa mengimplementasikan sifat-sifat positif tersebut dalam bidang profesi masing-masing sehingga bisa berdampak pada terwujudnya moralitas pada lembaga yang digelutinya tersebut.

Dalam hal ini diperlukan upaya keras dalam bidang pendidikan baik formal maupun informal yang bisa meng-upgrade pengalaman ibadah ritual (islam) menjadi keyakinan yang teguh (iman) dan pada gilirannya bisa terinternalisasi akhlaq dan mengimplementasikannya dalam kehidupan dalam bentuk moralitas yang baik (ihsan)

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: Islam kaffahtafsir
Previous Post

Penggunaan Kull (كل) Dalam Al Qur’an dan Hadits

Next Post

Profesionalitas Adalah Solusi

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan

M. Zahri Johan #Aktivitas a. Ketua Ponpes Progresif Fathimah al-Amin b. Guru MAN 2 Kota Semarang c. Pengasuh kawanislam.com # Motto Karakter adalah dasar prestasi

Related Posts

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam
Artikel

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman
Islam dan Sains

Apakah Agama Hanya Ilusi? Membaca Kritik Sigmund Freud Terhadap Iman

Maret 17, 2026
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bekas Maksiat

Desember 18, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Mudharat Maksiat

Desember 18, 2025
Please login to join discussion

Recommended

KISAH TENTANG HUSEIN SI GILA

KISAH TENTANG HUSEIN SI GILA

Juni 4, 2020
HUDAYBIYAH

HUDAYBIYAH

Oktober 29, 2023

Don't miss it

Isra’ Mi’raj
Pengetahuan Islam

Isra’ Mi’raj

Januari 17, 2026
Semarak Ramadhan 1447 H: Ngaji Kilatan Hidupkan Tradisi Tasawuf di Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin
Acara

Semarak Ramadhan 1447 H: Ngaji Kilatan Hidupkan Tradisi Tasawuf di Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin

Februari 24, 2026
Hikmah & Muhasabah

MERINDUKAN PEMIMPIN YANG BERANI DAN BERNURANI

November 27, 2018
Artikel

Ucapanmu Tidak Bisa Dipegang, tapi Bisa Discreenshot

November 1, 2018
HUDAYBIYAH
Pengetahuan Islam

HUDAYBIYAH

Oktober 29, 2023
Acara

Belajar untuk Menampilkan Wajah Islam yang Damai (2)

Oktober 30, 2018

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Literasi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud muhasabah nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Penggunaan Kull (كل) Dalam Al Qur’an dan Hadits

Islam Kaffah

 
Profesionalitas Adalah Solusi
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend