• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Rabu, September 9, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Menjaga Keberagaman Bangsa Indonesia

Nanang Qosim by Nanang Qosim
November 28, 2018
in Artikel

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Keberagaman merupakan sebuah “fakta permanen” yang tak bisa dipungkiri di negeri kita (Indonesia). Tetapi mengapa, ada sebagian warga Indonesia yang justru menganggap keberagaman Negara Indonesia hanya sebuah “simbol” semata. Mengingat masih banyaknya  masyarakat kita yang masih selalu ingin menang sendiri, alias tidak menghargai orang lain bahkan golongan lain. Fenomena semacam ini tak lain dikarenakan karena sebagian masyarakat kita belum memahami betul keberagaman Indonesia secara “sempurna”.

Betapa sulitnya memilihara keberagaman di Indonesia. Berawal dari sinilah ada sebuah fakta di lapangan yang memang menunjukkan ada tesis baru, bahwa sesungguhnya keberagaman ternyata lebih mudah di ucapkan daripada diimplementasikan secara konkrit di Indonesia.

Meskipun konflik antarwarga, antarkelompok, antaretnik, dan antaragama di beberapa daerah sudah beberapa kali terjadi. Sangat jelas bahwa setiap konflik tersebut menunjukkan kepada kita, bahwa seluruh elemen pembentuk bangsa yang sangat beragam ini  belum mau dan mampu memelihara hidup berdampingan secara damai dan harmonis.

Sikap-sikap yang belum mau dan mampu memahami keberagaman di Indonesia itu sudah pasti menjadi bibit bagi maraknya budaya kekerasan di berbagai daerah lainnya. Dan sudah tentu, yang akan  di khawatirkan akan merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Keberagaman merupakan salah satu kekuatan yang selalu ditonjolkan dan dibanggakan oleh bangsa ini. Dimana dengan keberagaman Indonesia, baik dari suku, ras, agama, bahasa dan budaya, Indonesia menjadi salah satu contoh keberhasilan demokrasi.

Selamatkan Keberagaman

Melihat berbagai fenomena kekerasan yang di tengarahi akibat tidak saling toleransinya warga dan kurangnya memahami keberagaman di negeri ini. Maka, sudah saatnya semua elemen penggerak bangsa, mengambil langkah-langkah progresif guna menyelamatkan bangsa ini dari berbagai konflik-konflik di daerah.

Bangsa ini, mau tidak mau sangat memerlukan solusi guna memperbaiki keretakan kedupana berbangsa dan bernegara akibat terkoyaknya keberagaman. Maka, langkah yang harus diambil bangsa adalah harus kembali ke janji ke-Bhinneka-an/janji keberagaman bangsa Indonesia.

Sudah saatnya empat pilar bangsa kita ini, yaitu: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika kembali dijadikan acuan hidup kita bersama dalam menata sebuah bangsa ini. Yang mana empat pilar tersebut tidak boleh dijadikan sebatas ucapan semata. Tetapi, harus dijadikan landasan kehidupan sehari-hari kita.

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus kita dijadikan paradigma hidup berbangsa dan bernegara, dan harus diakui kebutuhannya, karena konflik-konflik antarwarga terbaru ini menunjukkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika kalau di lapangan tak seindah dan hanya sebatas pengucapan semata, padahal Bhinneka Tunggal Ika telah memberikan solusi jitu atas persoalan terkoyaknya keberagaman di Indonesia yang selalu menghantui dan menghambat terwujudnya solidaritas, soliditas, dan toleransi antarwarga, antarkelompok, antaretnik, dan antaragama di Indonesia.

Peran Negara

Menjawab diatas, tentu peran negara harus menjadi mediator dalam setiap masalah yang mengemuka di setiap daerah. Negara jangan hanya duduk diam dan terkesan  membiarkan konflik yang terjadi bertubi-tubi di daerah-daerah Indonesia, khususnya daerah yang rawan konflik. Negara perlu hadir di tengah konflik tersebut dan pastinya memberikan solusi.

Karena upaya menciptakan toleransi dan kerukunan antar warga, antar kelompok, antar etnik, dan antar agama memang tak bisa dilepaskan dari peran sebuah negara. Oleh karena itu, sudah saatnya negara “pemerintah” harus menggalang kekuatan bersama dan melakukan upaya-upaya menyinergikan semua pihak untuk memperbaiki dan memelihara keberagaman di Indonesia yang sering terkoyak. Wallahua’lam Bishowab

 

 

 

 

 

 

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: Keberagaman Indonesia
Previous Post

Pendidikan dalam Perspektif Islam

Next Post

Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama

Nanang Qosim

Nanang Qosim

Penulis Lepas, Dosen UIN Walisongo Semarang, Guru PAI dan Budi Pekerti SMAN 15 Semarang, Pengurus DPD AGPAII Kota Semarang, Pengurus MGMP PAI SMA Kota Semarang, Pengurus ISNU Kab. Demak, Pengurus LTN NU Kota Semarang, Mantan Redaktur Jurnal EDUKASI UIN Semarang. Pengajar di PP. Darul Falah Be-Songo Semarang.

Related Posts

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam
Artikel

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus
Artikel

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026
Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah
Akhlak

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Desember 4, 2025
Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia
Akhlak

Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Desember 4, 2025
Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global
Akhlak

Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global

Desember 4, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Proses Penyucian Najis Mughaladzah dalam Perspektif Ilmu Kimia

Proses Penyucian Najis Mughaladzah dalam Perspektif Ilmu Kimia

September 1, 2025
Nasrudin dan Kuda Sultan

Nasrudin dan Kuda Sultan

Juni 9, 2020

Don't miss it

Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer
Artikel

Aktualisasi Cinta Rasul sebagai Paradigma Etika dan Kepemimpinan Kontemporer

Desember 4, 2025
Tajul Arus: Terhalang dari Munajat
Akhlak

Tajul Arus: Bahaya Maksiat

Desember 18, 2025
Islam Indonesia di era reformasi (1)
Pengetahuan Islam

Islam Indonesia di Era Reformasi (2)

Juni 4, 2020
Acara

I’tikaf Camp For Kids

Mei 25, 2019
Artikel

Dakwah Moderat: Solusi Problematika Ummat

November 28, 2018
Rintangan Menulis? Yuk Simak Cara Mengatasinya
Kiriman Pembaca

Rintangan Menulis? Yuk Simak Cara Mengatasinya

Desember 4, 2024

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Literasi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud muhasabah nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Pendidikan dalam Perspektif Islam

Menjaga Keberagaman Bangsa Indonesia

 
Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend