• Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Jumat, Juli 10, 2026
  • Login
  • Register
Kawan Islam
Advertisement
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login
No Result
View All Result
Kawan Islam
No Result
View All Result

Memutus Jemari Hoax

kawanislam by kawanislam
Oktober 30, 2018
in Artikel

Tulisan Lain(Dibaca Kawanmu)

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0

Beberapa hari lalu sosmed sudah rame dengan kicauan para tokoh politik yang mengutuk tindakan penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet disertai unggahan foto wajah lebam lebam mengerikan di wajah wanita yg pernah saya kagumi atas keberaniannya membela HAM dan Demokrasi di era orde baru.

Rabu (3/10) di depan para pewarta televisi Ratna meralat dengan mengatakan lebam lebam diwajahnya adalah akibat dari operasi plastik sedot lemak, bukan penganiayaan.Ratna juga meminta maaf kepada masyarakat dan para tokoh karena dia telah mengatakan informasi bohong.

Pengakuan ini seperti “Gempa” di Sosmed Tak kalah “dahsyat” dampaknya dg gempa di Palu dan Donggala.

Hari ini, postingan bertemakan Ratna Sarumpaet memenuhi jagad sosmed,ada yang mengutuk dengan dilengkapi meme bullying, ada juga yang mencoba membela dg mengurangi “bobot” dosa ibu Dari artis cantik Atiqah Hasiholan ini.

Saya tak akan menganalisis dosa kebohongan Ratna atau para tokoh yang menyebarkannya karena saya bukan malaikat penghisab dosa.

Saya juga tak akan menganalisis apa motif Ratna karena saya bukan polisi,juga bukan ahli nujum.

Saya hanya berbagi cerita tentang kisah saya yang pernah jadi warso (wartawan ndeso).

Dulu sebelum ada sosmed dan istilah hoax yg begitu beken sekali , wartawan menjadi tersangka utama ketika ada informasi keliru yang sampai ke publik, apapun alasannya.

Kalo narasumber yg berbohong sudah pasti bukan hanya dimaki pembaca tapi SP dari pimpinan akan terbit karena ceroboh memilih pendusta menjadi narasumber.

Informasinya betul tapi kurang konfirmasi,tidak imbang tulisannya (coverbothside),atau keliru ketik satu huruf karena mengantuk atau gagal fokus karena telat makan,tetap saja SALAH,tetap saja akan dimaki oleh pembaca dan dievaluasi dewan redaksi.

Kalau narasumber yang dirugikan gawat lagi,bukan hanya disomasi,kita malah bisa dimejahijaukan atau diserempet motor entah oleh siapa.

Hari ini setelah sosmed menjadi garda depan media yang paling sering dibaca oleh masyarakat,suka atau tidak suka anda yang berkicau di twitter, mengunggah meme di instagram dan memposting tulisan di facebook telah menjadi PEWARTA, karena media yang anda gunakan adalah media publik,bukan Diary.

Menyebarkan informasi yang kemudian ternyata keliru adalah dosa yang harus anda tanggung sama seperti dosa yang pernah saya tanggung.

BEDAnya dulu saya dan teman teman wartawan punya sistem yang memaksa kami untuk teliti, ada etika jurnalistik,ada editor yg melototi,ada hukuman dari pembaca dan pimpinan kami.itu saja ,tak jarang bobol!Bagaimana dengan anda sekarang?

Standar dasar penyebaran informasi yang inti adalah kita harus bisa membedakan FAKTA dan OPINI, disiplin tidak mencampurkan keduanya akan menyelamatkan kita menjadi penyebar hoax.

Standar kedua adalah KONFIRMASI data sehingga faktanya menjadi bulat dan COVERBOTHSIDE, keberimbangan.

Prinsip ketiga adalah NEWS VALUE,yaitu nilai informasi apa yang ingin anda sampaikan pada pembaca.Ini etika moral agar kita tidak menyajikan SAMPAH kepada pembaca.

Jika anda tidak yakin benar informasi yang akan anda sebar tak memenuhi standar itu , jangan pernah menyebarkannya meski dengan alasan KEBAIKAN atau KEBENARAN.Sebab karena anda masih manusia kebaikan dan kebenaran yang tidak terkonfirmasi bisa jadi OPINI sepihak.

Informasi yang iseng kita sebarkan bisa jadi VIRAL karena Viral terjadi jika informasi kita LOOK, LIKE, COMMENT and SHARE.Bisa ratusan,ribuan bahkan jutaan orang membaca berita keliru tanpa kita bisa kontrol. Permintaan MAAF tak akan bisa menghapus semuanya.

Akhirnya Kedisiplinan untuk mencuekkan informasi yg belum terkonfirmasi lebih ringan bagi kita daripada nanti ada pihak lain yang terpaksa memotong jemari kita yang sudah terlanjur menyebarkan HOAX!Wallahualam Bishawab

Muhammad Burhan
Mantan Wartawan Ndeso

  • 0shares
  • 0
  • 0
  • 0
Tags: hoaxperangihoax
Previous Post

Qunut Shubuh: Mengapa Tidak…?

Next Post

MENDESAIN KEBERHASILAN PENDIDIKAN ANAK

kawanislam

kawanislam

Redaksi Kawan Islam.

Related Posts

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam
Artikel

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus
Artikel

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026
Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah
Akhlak

Eksistensi Santri Progresif di Era Digital dalam Menjaga Ghirah Dakwah

Desember 4, 2025
Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia
Akhlak

Mahasantri: Pengawal Kemerdekaan Menuju Peradaban Dunia

Desember 4, 2025
Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global
Akhlak

Dari Pesantren Menuju Peradaban Dunia: Kiprah Santri dalam Merawat Indonesia dan Menebar Inspirasi Global

Desember 4, 2025
Please login to join discussion

Recommended

Mencampur Beberapa Madzhab (Talfiq)

Imam yang tidak Fashih

Juni 2, 2020
Mengenal Islam Nusantara

Mengenal Islam Nusantara

Juni 4, 2020

Don't miss it

Rahasia Manusia (2)
Akhlak

Rahasia Manusia (4)

November 18, 2022
GERAKAN SEDEKAH
Hikmah & Muhasabah

GERAKAN SEDEKAH

Juni 4, 2020
Tak Sekadar Wisuda, Fathimah Al-Amin Lepas 48 Lulusan dan Kukuhkan Praktisi Sufi Healing
Acara

Tak Sekadar Wisuda, Fathimah Al-Amin Lepas 48 Lulusan dan Kukuhkan Praktisi Sufi Healing

Juni 8, 2026
Melacak Doktrin Kafa’ah dalam Pernikahan
Hukum

Melacak Doktrin Kafa’ah dalam Pernikahan

Juni 4, 2020
Singa Allah dan Panglima Syuhada
Hikmah & Muhasabah

Singa Allah dan Panglima Syuhada

Februari 13, 2022
social changes
Artikel

Transformasi Sosial

Agustus 30, 2023

KawanIslam.com merupakan media remaja Islam Indonesia untuk..

Categories

  • Acara
  • Agama
  • Akhlak
  • Artikel
  • Berita
  • Cerpen
  • Forum Rohis
  • Hikmah & Muhasabah
  • Hukum
  • Islam dan Sains
  • Kirim ke kawanislam
  • Kiriman Pembaca
  • Kisah Inspiratif
  • Kolom Guru & Orang Tua
  • Konsultasi
  • Pengetahuan Islam
  • Psikologi
  • Qur'an & Hadits
  • Sejarah dan Budaya
  • Video
  • World

Browse by Tag

akhlak Amin Syukur cerpen cinta rasul Dakwah era digital demokrasi forum guru forum orang tua Haji hikmah hukum Ibnu Athaillah Indonesia Islam islam dan sains islam nusantara karakter anak kebahagiaan Literasi Man 2 Semarang maulid nabi Maulud muhasabah nafs NKRI NU pendidikan karakter renungan Rohis sains santriprogresif Sejarah sejarah islam sholat khusyu' sirah Nabawi solusi spiritualitas beragama sufi tafsir tafsir kontekstual Tajul Arus tasawuf tokoh sufi Toleransi Umrah

Recent News

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan: Memahami Khulu’ dalam Islam

Juni 9, 2026
Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Ketika Dosa Menjadi Kabut Iman: Pelajaran Berharga dari Kitab Tajul Arus

Juni 8, 2026

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Dakwah Moderat: Solusi Problematika Ummat

Memutus Jemari Hoax

 
Islam Dan Media
No Result
View All Result
  • Kiriman Pembaca
    • Kirim ke kawanislam
    • Berita
    • Kiriman Pembaca
    • Kolom Guru & Orang Tua
    • Forum Rohis
  • Kisah Inspiratif
    • Cerpen
    • Hikmah & Muhasabah
  • Konsultasi
    • Agama
    • Psikologi
  • Pengetahuan Islam
    • Akhlak
    • Hukum
    • Qur’an & Hadits
    • Sejarah dan Budaya
    • Islam dan Sains
    • Artikel
  • Pesantren Progresif Fathimah Al Amin
    • Profil Pesantren
  • Login

© 2018 KawanIslam - Web Developer KawanIslam.

 
Send this to a friend